AIRMATA RASULULLAH SAW..

From email

mohon maaf sebelumnya jika ada yang pernah membacanya, semoga bermanfaat

_Pada saat Fatimah sedang mendampingi Rasulullah yang sedang sakit._
_*
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. Kemudian Fatimah membuka pintu.
/*Bolehkah saya masuk?*/ tanya orang itu.
Tiba2 Rasulullah bertanya : " siapa yang datang, Fatimah?"
/*"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku
melihatnya*/", tutur Fatimah lembut.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa
Jibril tidak ikut bersama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas
langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
/*Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?*/ Tanya
Rasululllah dengan suara yang amat lemah. /*Pintu-pintu langit telah
terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar
menanti kedatanganmu,*/ kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh

kecemasan.
/
*Engkau tidak senang mendengar khabar ini?*/ Tanya Jibril lagi.
/*Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?,*/
*/Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman
kepadaku :/*
/*Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada
di dalamnya */kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh

Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang. /*Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini
*/Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam
dan
Jibril memalingkan muka. /*Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan

wajahmu Jibril?*/ Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
/*Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal*/, kata
Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang
tidak
tertahankan lagi. *Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua

siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. *Badan Rasulullah mulai
dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera
mendekatkan telinganya. /*Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat
aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di
antaramu*/. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat

saling berpelukan.

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. /*Ummatii,
ummatii,
ummatiii*/ - /*Umatku, umatku, umatku*/
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
*Allaahumma sholli alaa Muhammad wa baarik wa sallim alaihi*. Betapa
cintanya Rasulullah kepada kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *