Rajab Datang, Ramadhan Menjelang

Datang sebuah pesan, singkat, padat, dan bermanfaat. Kadang sebagai manusia ada hal kecil yang sering terlewat, sehingga malah jatuh ke masalah yang gawat.
Berikut isi pesannya, silakan dilihat (di baca):
===
Maghrib kemarin BULAN #RAJAB TELAH DATANG
Alhamdulillah, 1 Rajab 1436 H bertepatan 20 April 2015 #Alhamdulillah makin dekat Ramadhan 
Di bulan Rajab ini tidak ada amalan khusus yang diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam .Baik puasa, shalat, zakat atau apapun
“Tidak ada riwayat sahih tentang keutamaan Rajab, baik puasa sebulan penuh atau puasa tanggal tertentu di bulan Rajab” (Ibnu Hajar)
“Tidak ada 1 pun hadits sohih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keutamaan puasa bulan Rajab secara khusus” (Ibnu Rajab)
Bolehkah puasa sunnah di bulan Rajab? BOLEH & BAGUS sekali. Namun dalilnya dalil umum puasa saja, bukan dalil khusus Rajab. Seperti, puasa Senin & Kamis, puasa nabi Dawud, puasa Ayyamul Bidh (puasa 3 hari ditengah bulan hijriyah)
Maksud dalil umum untuk berpuasa adalah : Bahwa bulan Rajab itu termasuk salah 1 bulan diantara bulan haram (sakral/suci)
Sebagai info, Rasulullah bersabda bahwa bulan haram (bulan yang sakral/suci) ada 4 bulan Yaitu Dzulhijjah, Dzulqa’dah, Muharram & Rajab
Di bulan-bulan haram (sakral/suci) ini juga disunnahkan semua amal-amal #kebaikan & perbuatan-perbuatan maksiat juga sangat dihindari
“Berbuat dosa didalamnya (di bulan haram) lebih besar di hadapan Allah, Amal solih juga lebih besar ganjarannya” (Abdullah bin Abbas)
Jadi berpuasa sunnah yang ada contohnya di bulan Rajab boleh berdasar dalil-dalil umum di atas .Bukan karena dalil-dhaif yang meragukan bahkan palsu
Hadits-hadits dhaif (lemah) & maudhu (palsu) seputar Rajab ini banyak beredar. Contohnya dikupas dan dibahas disini >> http://www.konsultasisyariah.com/hadis-dhaif-lemah-seputar-rajab/
Hati-hati pula dalam mem-broadcast amalan-amalan Rajab .Tanpa riwayat yang sohih, khawatir malah jadi dusta atas nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam
Intinya, beribadahlah yang banyak lagi sesuai sunnah di bulan Rajab karena ia adalah bagian dari bulan #haram (sakral/suci) & jauhi penuh maksiat-maksiat
Ngga perlu mnghitung-menghitung amal, insya Allah setiap amal baik pasti Allah terima #Fokus kita di NIAT IKHLAS & CARA SESUAI SUNNAH RASULULLAH 👈
Yang masih punya #hutang puasa, disegerakan menyelesaikan hutang puasanya. Jangan sampai masuk Ramadhan masih ada tanggungan 
Selamat memperbanyak amal solih di bulan haram. Semoga dengan memperbanyak amal di bulan Rajab. Kita siap menyambut #Ramadhan
===
الدعا : ( اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَب، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ )…
“Allahumma baarik lanaa fii Rojab wa Sya’ban wai ballighnaa Romadhon”
[Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rojab dan Sya’ban dan perjumpakanlah/ sampaikanlah kami dengan bulan Romadhon]”
Aamiin

Lampung Darurat Begal

Masih ingat berita begal di depok, bahkan yang heboh pembakaran oleh warga di tangsel?

Saya sendiri sudah lama tahu kosakata begal, sejak kuliah di Lampung. Dimana begal sudah jadi kejahatan puluhan tahun, kata teman saya. Berikut tulisan seorang kawan dari Lampung. Silakan dinikmati 😉

===

Beberapa hari ini halaman facebook saya dipenuhi oleh status dan komentar atas meninggalnya seorang sahabat karena dibegal yang lokasinya berada di Perkebunan Dusun Tegalsari Pekon Kutodalom Kecamatan Gisting, Tanggamus.  Dari beberapa status yang ada dikomentari secara beragam mulai dari mengecam tindakan para pembegal, merasa sedih karena kehilangan, mengusulkan agar senjata api dilegalkan untuk dipegang oleh masyarakat, menyarankan supaya diadakan lagi penembak misterius, sampai pada mendokan Almarhum semoga mendapatkan tempat terbaik di SisiNya. Status laman facebook yang membahas meninggalnya seorang sahabat tersebut berlangsung selama beberapa hari di media sosial, menjadi pembicaraan, buah bibir sampai-sampai muncul hastag #LampungDaruratBegal beberapa hari setelah kejadian tersebut.
Hastag #LampungDaruratBegal bukanlah tanpa alasan, pembegalan yang terjadi di Lampung bukanlah hal yang baru atau terjadi hanya sekali dua kali saja namun sudah lama dan hampir terjadi setiap saat, baik pada malam hari, pagi hari ataupun disiang bolong sekalipun, mulai dari perkampungan yang sepi sampai di tengah Kota yang ramai.  Para pembegal beroperasi mulai dari menggunakan senjata tajam hingga menggunakan senjata api, tidak tanggung-tanggung pelaku begal menggunakan cara-cara kekerasan untuk melumpuhkan korbannya.  Korban pembegalan mulai dari luka ringan, berat sampai bahkan tidak sedikit yang meninggal dunia, orang yang dibegalpun tak pandang bulu mulai dari laki-laki, perempuan, orang tua, anak sekolah, pegawai negeri, bahkan polisi pun tidak luput menjadi korban pembegalan.

Sampai kapan hal ini terus terjadi
Pembegalan yang terjadi di Lampung hari demi hari semakin meresahkan masyarakat, ada saja korban pembegalan yang terus berjatuhan, dimana saja dan kapan saja begal mengintai, rasa aman masyarakat Lampung terenggut, jangankan untuk beraktifitas bebas jauh diluar untuk keluar rumah saja takut, tindakan para pembegal yang tak segan-segan membunuh korbannya telah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat sehingga keamanan, kenyamanan dan keselamatan terasa sangat mahal di Lampung.

Rendahnya tingkat pendidikan, tingginya angka pengganguran dan kemiskinan merupakan faktor utama terjadinya pembegalan, selain itu penegakan hukum yang lemah oleh aparat penegak hukum juga menjadi salah satu faktor semakin suburnya kasus pembegalan di Lampung, padahal tindakan tegas dan efek jera oleh pihak berwenang harus diterapkan sehingga tidak ada lagi pembegal yang lolos begitu saja dan bebas dari jerat hukum, jangan sampai masyarakat justru bertindak main hakim sendiri sebagai akibat penilaian masyarakat yang melihat tampak adanya pembiaran atau mungkin seperti terkesan dilindungi sebagai akibat dari ketidak mampuan penegak hukum dalam memberantas begal-begal yang terus merajalela.

Peran Pemerintah
Pemerintah Daerah dan unsur penegak hukum bertanggung jawab penuh untuk menuntaskan masalah ini, jangan sampai permasalahan ini terus menerus terjadi menjadi masalah klasik di bumi Sai Bumi Ruwa Jurai.  Pembegalan sudah cukup lama terjadi di Lampung, sejak Gubernur Lampung Syahroedin ZP terpilih hingga pemerintahan Oedin selama sepuluh tahun selesai masalah pembegalan ini masih saja tetap terjadi mengintai siapa saja yang lengah.  Saat ini, telah berganti Pemerintahan baru belum ada tanda-tanda penyelesaian yang berarti untuk mengatasi permasalahan ini, selayaknya Gubernur yang baru harus mampu mengambil tindakan strategis untuk menuntaskan masalah ini, jangan sampai pemberitaan di luar sana Provinsi Lampung menjadi Provinsi yang terkenal karena pemberitaan negatif sebagai Provinsi penghasil begal dan sarang yang nyaman bagi para begal untuk tumbuh dan terus beroperasi.  

Tindakan para pembegal adalah peyakit kronis yang kini menimpa Lampung, penyakit ini harus segera disembuhkan sampai ke akar-akarnya, jangan sampai penyakit kronis ini terus menular menghasilkan kader-kader begal baru dan menambah titik-titik rawan begal baru akibat lemahnya peran Pemerintah dan lemahnya penegakkan hukum dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Lampung maupun Polres dalam memberantas pembegalan.  Melalui tulisan ini saya mencoba untuk mengingatkan kembali agar supaya Polda Lampung bersama Polres-polres dan jajarannya kembali memperkuat Tim Walet sebagai Tim Khusus Pemburu Begal di Provinsi Lampung karena pembegalan telah menjadi kejahatan luar biasa karena telah menghilangkan rasa aman, kenyamanan dan ketenangan dimasyarakat.

Selain penguatan Tim khusus Pemburu begal yang beroperasi secara khusus perlu juga dilibatkannya peran intelejen yang bekerja secara permanen, terus menerus, dan sistematis, karena untuk mencari motor-motor hasil pembegalan tentu tidaklah pekerjaan yang sulit karena sudah jelas-jelas motor hasil rampasan tersebut pasti dijual dan ada tempat penampungannya.  Tentu saja pembersihan aparat penegak hukum dari oknum-oknum yang melindungi bandit-bandit begal harus terlebih dahulu ditertibkan, bila tidak itu sama saja seperti memotong pohon yang tidak sampai pada akarnya karena tunas-tunas baru akan tetap tumbuh disebabkan akar-akarnya masih tetap menancap kuat kedalam.  
Kemudian untuk memutus mata rantainya, selain upaya pemberantasan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian untuk upaya pencegahan dan penanggulangan sejak awal peran Pemerintah Daerah secara maksimal harus digalakkan melalui program-program pemberantasan kemiskinan, peningkatan jumlah manusia terdidik, dan pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya karena faktor kemiskinan, kesenjangan sosial, pengangguran dan rendahnya tingkat pendidikan sangat berpengaruh besar terhadap tumbuhnya kriminalitas seperti tindakan pembegalan yang mayoritas dilakukan oleh anak-anak muda putus sekolah tanpa pekerjaan dan latar belakang keluarga berada dibawah garis kemiskinan.  Terakhir, Yang pasti dan patut dicamkan oleh aparat Pemerintah dan Penegak Hukum di Provinsi Lampung bahwa Kebutuhan akan rasa aman merupakan hak yang paling mendasar yang dijamin dan wajib diperoleh oleh setiap orang.

Waalahualam bisshawab.

Tulisan kawan, 10 Oktober 2014.

5 Prinsip Kelola Keuangan Bisnis dan Pribadi Versi Ahmad Ghazali

5 Prinsip Kelola Keuangan Bisnis dan Pribadi Versi Ahmad Ghazali

Agar bisnisnya laku, harus ada faktor tambah. 
Agar bisnisnya tambah besar, harus ada faktor kali. 
Agar bisnisnya berkah, harus ada faktor bagi.
(Ahmad Gozali)

===

Sering kita mendengar atau membaca bahwa cara mengikat ilmu adalah dengan menuliskan dan mengajarkannya. Nah, berikut adalah ketikan ulang dari tulisan salah seorang Expert: Financial Planner; Ahmad Gozali. Selamat menikmati:

===

Malam ini insya Allah kita akan bahas keuangan pribadi dalam bisnis. Fondasi keuangan pribadi dalam bisnis, dan dasar-dasar keuangan bisnis. Izinkan saya menjelaskan beberapa hal di awal, dan nantinya kita bisa bahas lebih dalam // dalam sesi tanya jawab.

Hal pertama yang ingin saya bahas adalah ENTITAS.
Setiap diri kita punya buku amal baik dan buruk, dan bertanggungjawab di hadapan Allah SWT di hari akhir. Dan kita juga ikut bertanggungjawab, dalam batasan tertentu, terhadap isi buku istri kita, anak kita, dan lainnya. Walaupun istri dan anak dalam tanggungan kita (dalam batasan tertentu) tapi mereka tetap memiliki bukunya sendiri.
Begitu juga dalam bisnis, kita dan bisnis kita seharusnya punya buku yang berbeda. Kita punya penghasilan, pegeluaran, aset dan hutang. Bisnis kita juga punya penghasilan, pengeluaran aset dan hutangnya sendiri. Bukunya harus beda, walau tetap berhubungan karena kita pemilik bisnis tersebut.
Jadi mulai sekarang, pisahkan antara diri kita pribadi dan bisnis kita. Secara keuangan, diri kita dan bisnis kita punya stakeholder yang berbeda. Inilah yang menjadi landasan untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis. Manfaatnya banyak: agar disiplin dalam bisnis, bisa evaluasi keuangan bisnis dengan jujur, penghematan pajak, kemudahan menghitung zakat, dan lain lain.
Hal kedua yang ingin saya sampaikan adalah KUASAI BAHASA BISNIS.
FAHAMI BAHASA BISNIS. “Kalau kita ingin menguasai sesuatu, maka kita harus memahaminya terlebih dahulu”. Kalau ita ingin menguasai bisnis, maka pahami bahasa bisnis. Gambar bisa bicara seribu kata, tapi angka bisa bicara seribu bahasa. Ketika berkomunikasi dengan bangsa lain, kita harus paham bahasanya. Tapi dengan angka, bahasa apapun punya angka yang sama. Angka positif itu bagus, angka negatif itu jelek 🙂
Buku Bisnis & Buku Pribadi
Buku Bisnis & Buku Pribadi

Perhatikan gambar di atas. Yang sebelah kiri adalah “buku bisnis” dan sebelah kanan adalah “buku pribadi” yang terpisah, tapi berhubungan.

Modal dalam bisnis kita adalah aset bagi pemiliknya.

Perhatikan ayat terpanjang dalam Al Qur’an yaitu AL Baqarah ayat 282, bicara tentang ketentuan pencatatan hutang piutang. Dibahas dengan detail. Perhatikan ayat ayat tentang akidah, pendek tapi dalam artinya. Tapi ayat-ayat tentang muamalah panjang-panjang dan detail.

Ayat yang paling detail itu membahas tentang huku waris, siapa mendapat apa dengan berapa bagian. Sangat detail.

Karena untuk urusan angka, paling mudah terjadi konflik, mungkin itulah kenapa Al Qur’an dengan panjang, lebar, dan detail membahasnya.

Maka jangan lupakaj pencatatan atau akuntansi, karena AKUNTANSI = BAHASA BISNIS.

Ketiga; ASSET dan CASHFLOW

Kalau sudah paham bahasa bisnis, minimal paham kotak-kotak tadi, kita akan paham pentingnya aset dan cashflow.
 
Untuk diri pribadi perhatikan ASET, bukan cashflow. Banyak orang sibuk menambah penghasilan, tapi belum tentu penghasilan bertambah akan bertambah juga asetnya. Contohnya adalah penghasilan naik, pengeluaran ikut naik. betul apa betul?

 LIHAT LAGI GAMBAR DI ATAS

Perhatiakn aset, karena jika aset yang bertambah. Maka penghasilan (cashflow) pun akan ikut bertambah.

Tapi hati-hati, ada aset PRODUKTIF, dan aset KONSUMTIF. Tentu saya maksud adalah aset produktif, yaitu aset yang menambah penghasilan atau bertambah nilainya di masa depan.

Semakin banyak kita miliki aset produktif, semakin bertambah penghasilan. Semakin banyak kita miliki aset konsumtif, semakin bertambah juga pengeluaran.

ASSET & CASHFLOW
ASSET & CASHFLOW

Sebaliknya, untuk bisnis, jangan fokus pada  ASET, tapi fokuslah pada CASHFLOW.

 Karena bisnis belum tentu perlu aset besar, tapi jelas bisnis perlu cashflow yang besar.

Hal ini nyambung dengan poin ke-4 yaitu: CYCLE and SPEED

Pahami CYCLE atau siklus dalam bisnis kita. Uang itu cuma muter muter aja, pastikan kita tahu “jalur uang” mengalir agar kita paham bagaimana cara mengendalikan perputarannya.

Siklus Bisnis
Siklus Bisnis

Nah, seperti inilah kira-kira siklus bisnis kita.

Yang bisnisnya manufaktur, tentu detail lagi dibagian produksi. Yang bisnisnya perdagangan detail di bagian distribusi dan penjualan.

Pastikan kita paham siklus ini …
Kemana saja uang mengalir …
Dimana letak macetnya, bagaimana mempercepat alirannya

Bagan ini juga bisa dijadikan sebagai alur berpikir kita secara umum dalam mengelola bisnis

Nah, kalau sudah paham siklusnya, maka langkah berikutnya adalah MEMPERCEPAT ARUSNYA

Dulu ada istilah “yang besar mengalahkan yang kecil”, dalam bisnis yang terjadi adalah “yang cepat mengalahkan yang lambat”

Percepat perputaran uang dalam bisnis kita. Secepat mungkin jadikan bahan baku menjadi bahan siap jual. Secepat mungkin jual. Kalau sudah dijual secepat mungkin  uangnya masuk ke rekening. Lalu secepat mungkin  beli lagi bahan baku, produksi lagi, distribusi lagi, jual lagi, taguh lagi, dan seterusnya …

Ingat, kuncinya ada pada KECEPATAN. Semakin cepat uangnya mengalir, otomatis akan makin besar pula bisnis kita.

Terakhir, yang ke-5: Faktor Tambah, Kali, Bagi

Agar bisnisnya laku, harus ada faktor tambah. Agar bisnisnya tambah besar, harus ada faktor kali. Agar bisnisnya berkah, harus ada faktor bagi.

faktor tambah maksudnya adalah kita harus memiliki hal lain yang tidak dimiliki oleh kompetitor. Ada nilai tambah yang kita berikan pada konsumen agar memilih kita, dan bukan kompetitor. Apa nilai tambahnya? bisa macam-macam: bisa produknya yang lebih bagus, iklannya yang lebih bagus, namanya yang lebih terkenal, kepercayaan, service yang lebih baik, jarak yang lebih dekat, apapun itu … pastikan kita punya nilai tambah dan tunjukkan nilai tambah itu pada konsumen.

Faktor kali maksudnya adalah perbesar bisnis kita dengan mengkali-lipatkan penjualan, bukan cuma menambahnya, tapi membuatnya berkali-kali lipat. Caranya? duplikasi penjualan dengan cabang, franchise, lisensi, dan lain lain

Dan agar bisnis berkah, pastikan kita juga punya faktor bagi. bagi kebahagiaan, bagi rezeki, bagi karunia Allah … dengan cara sedekah, buka lapangan kerja, dan lain lain.

===
Tanya jawab tidak diketik ulang, mohon maaf 🙂
Tambahan kutipan dari jawaban penulis
Ada salah satu hadits yang menjelaskan tentang sebuah kebun yang diberkahi dengan hujan yang turun khusus di atas kebunnya. Itu karena ia membagi hasil panennya 1/3 untuk konsumsi, 1/3 untuk sedekah, dan 1/3 dikembalikan ke dalam kebunnya

Karena Dulu

Pagi-pagi dapat kiriman yang bagus. Like & Share jika dianggap bermanfaat ya 😉

================
KARENA DULU … 🌺
================
Di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.
Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan malah mengurangi kecepatannya.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat lebih sabar dan peduli.
Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banyak para pekerja yang suka korupsi.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan bangga akan kesederhanaan.
Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan anggaran uang rakyat
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi lebih jujur dan bangga pada kejujuran.
Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa diri paling benar sendiri.
Mengapa..?
Kerena dulu sejak kecil dirumah dan disekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.
Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan bukan saling tolong-menolong untuk membantu yang lemah.
Di hampir setiap kesempatan termasuk di face book ini juga selalu saja ada orang yang mengkritik tanpa mau melakukan koreksi diri sebelumnya.
Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah anak-anak biasa di kritik dan bukan di dengarkan segala keluhan dan masalahnya.
Di hampir setiap kesempatan kita sering melihat ada orang “ngotot” dan merasa paling benar sendiri.
Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan sekolah mereka sering melihat orang tua atau gurunya “ngotot” dan merasa paling benar sendiri.
Di hampir setiap lampu merah dan rumah ibadah kita banyak menemukan pengemis.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka selalu diberitahu tentang kelemahan2 dan kekurangan2 mereka dan bukannya di ajari untuk mengenali kelebihan2 dan kekuatan2 mereka.
Jadi sesungguhnya potret dunia dan kehidupan yang terjadi saat ini adalah hasil dari ciptaan kita sendiri di rumah bersama-sama dengan dunia pendidikan di sekolah.
Jika kita ingin mengubah potret ini menjadi lebih baik, maka mulailah mengubah cara mendidik anak-anak kita
dirumah dan disekolah tempat khusus yang dirancang bagi anak untuk belajar menjadi manusia yang berakal sehat dan berbudi luhur.
Di olah kembali dari tulisan George Carlin seorang Comedian pemerhati kehidupan.
www.rulimargianto.com