Tips Mendapatkan Hewan Qurban Murah Sekaligus Nambah Penghasilan

Tips Mendapatkan Hewan Qurban Murah Sekaligus Nambah Penghasilan

Assalamu’alaykum muslimin dan muslimah sekalian. Sebagaimana kita ketahui, dalam waktu dekat ini akan diadakan perhelatan akbar sedunia, yakni Haji. Pada kesempatan lain, ada juga ibadah yang tidak kalah pentingnya yaitu Qurban. Penulis yakin, hampir setiap kita sebagai umat Islam pasti ada niat untuk berqurban. Tentunya dengan kondisi dan keadaan masing-masing untuk pemenuhannya. Nah, berikut akan disampaikan Tips Mendapatkan Hewan Qurban Murah Sekaligus Nambah Penghasilan. Keren kan? Hehe

Tips Mendapatkan Hewan Qurban Murah Sekaligus Nambah Penghasilan

Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, baik secara pribadi, perwakilan panitia qurban di sekolah, panitia qurban di masjid dan mushola, panpel event sosial komunitas, panpel acara sosial perusahaan, semuanya berlomba untuk mendapatkan Hewan Qurban yang baik fisiknya, memenuhi syariat Islam, dan tentunya dengan harga yang terjangkau, alias murah. Termasuk salah satunya adalah Hewan Qurban Sapi Bali.

 

Sayangnya, agenda yang berulang setiap tahun ini kerap kali hanya lewat begitu saja. Semestinya ada pelajaran yang bisa diambil, agar ada persiapan yang lebih baik di tahun  berikutnya. Karena dengan persiapan yang baik, harapannya juga akan menghasilkan lebih baik.

 

Setidaknya ada dua Tips Mendapatkan Hewan Qurban Murah Sekaligus Nambah Penghasilan. Tips pertama, adalah dengan ikut serta pada program Tabungan Qurban Bersama. Pada beberapa penyedia program ini, biasanya harga yang ditawarkan jauh di bawah harga yang keluar menjelang Idul Adha. Meski sudah ada penawaran harga di depan, namun sebaiknya tabungan di titipkan pada pihak ketiga (misal bank syariah dengan akad wadiah). Tujuannya agar para pihak tidak mengusik tabungan sebelum terjadi kesepakatan Hewan Qurban mana yang disepakati untuk dijual dan dibeli. Selanjutnya, setelah ada deal tinggal dibuat Purchasing Order yang menjadi dasar (Standing Instruction) Bank mengeluarkan dana sebagai pembayaran objek jual belinya.

Tabungan-Qurban-Bersama-Mini-Flyer-Digital

Lantas, dimana penghasilan tambahannya? Pada tips pertama ini penghasilan tambahan bisa diperoleh dengan menjadi koordinator pengumpulan dana, biasanya Penyedia Program memberikan margin yang cukup kepada koordinator sebagai imbalan atas bantuannya mengkoordinir penagihan, penabungan, dan lainnya. Lumayan kan? Dapat harga Murah, Bobot Hewan Qurban lebih besar, imbalan sebagai koordinator, dan prioritas saat memilih hewan qurban datang pertama kali (kalau yang terakhir ini tidak semua penyedia program mengadakan). Berikut salah satu Penyedia Program Tabungan Qurban Bersama (klik di sini) yang direkomendasikan, namun untuk ketersediaan program apakah masih berlanjut atau tidak silakan dikonfirmasi sendiri ya.

 

Tips kedua, yaitu dengan memanfaatkan penawaran sebagai seller/reseller dari penyedia hewan qurban. Bila kita terdaftar sebagai Seller/Reseller, maka biasanya akan mendapatkan harga khusus yang pastinya di bawah harga jual. Daripada pusing bin ribet tawar menawar dan survey satu lokasi ke lokasi lain, maka ada baiknya ikut menjadi Seller/Reseller penyedia Hewan Qurban. Kelebihan lainnya adalah sebagai Seller/Reseller bisa mengetahui mana Hewan Qurban yang lebih dahulu datang, belum di booking oleh grup Tabungan Qurban Bersama, bobot yang sesuai kebutuhan pribadi/jamaah/komunitas jika dibandingkan dengan budget yang tersedia.

 

Permasalahan pada tips kedua ini adalah adanya konflik kepentingan (conflict of interest), khususnya pada panitia pengadaan hewan qurban di sekolah, masjid dan mushola, serta keperluan komunitas/perusahaan. Bagaimanapun perlu keelokan dan tata etika saat menjabat sebagai panitia, keputusan tetaplah diserahkan kepada yang berwenang, dan perlu dikedepankan kemaslahatan bersama. Sehingga tujuan untuk mendapatkan Hewan Qurban Berkualitas terpenuhi.

 

Nah, salah satu yang saat ini sedang membuka peluang usaha menjadi Seller/Reseller Hewan Qurban adalah SAPIBALIBAGUS.COM. silakan klik tautan berikut untuk mengetahui penawarannya: PELUANG BISNIS

Open Reseller Hewam Kurban Sapi Bali Bagus 2018

Oke, itu dia dua Tips Mendapatkan Hewan Qurban Murah Sekaligus Nambah Penghasilan. Semoga bermanfaat, silakan dibagikan jika berkenan.

Customer Advocacy

Customer Advocacy

Sudah lama rasanya, sampai lupa kapan terakhir jumatan di kampus yang mencetak ekonom dan pebisnis islami. Entah, rasanya ingin sekali berbagi isi khutbah yang disampaikan siang tadi.

Isinya sungguh menggugah hati, namun akan saya sandingkan dengan “ilmu bisnis” yang belakangan ini saya pelajari. Bila dirasa bermanfaat silakan berbagi

=======

SEGI BISNIS

Customer Advocacy

Menemukan customer siap membeli lagi (repetisi), membela (advocacy), dan promosi produk dengan rela hati.

Ada dua cara menemukan customer demikian:
1. Pengenalan produk

Memiliki customer yang siap mengadvokasi tidaklah datang dengan sendirinya. Ada tahapan yang mesti dilewati. Kurang lebih begini:

Cold > Warm > Hot > Loyality > Advocacy

Ketika kita memiliki suatu produk yang akan dijual, apalagi yang belum di kenal maka perlu upaya membuatnya terkenal. Kita akan bertemu dengan banyak tipe konsumen. Kebanyakan akan bertemu dengan tipe cold, untuk kasus di atas.

Tipe cold adalah tipe orang yang belum tahu tentang produk yang kita jual. Jangankan membela (advocacy), atau promosi. Tuk sekedar membeli saja sudah jauh panggang dari api.

Tipe kedua adalah tipe orang yang sudah mulai tahu dan mengenal produk kita. Cirinya, biasanya sudah mulai merespon informasi yang kita paparkan. Respon tersebut bisa saja dengan mulai bertanya tanya.

Sedangkan tipe ketiga biasanya sang target sudah mulai mengumpulkan data, bahkan membandingkan dengan produk serupa. Detil-detil terkait produk yang diinginkan/dibutuhkannya akan menjadi bahan pertimbangan untuk membeli di toko yang mana. Apakah toko kita, atau justru kompetitor kita. Tipe ini sudah siap membeli, karenanya tim sales mesti jeli, jangan sampai tipe ini jatuh ke lain hati.

Tipe ke empat adalah tipe ketiga yang sudah pindah menjadi pembeli yang memesan produk kita berulang kali. Ada yang bilang lebih baik merawat pembeli seperti ini, ketimbang mendapatkan yang baru.

Tipe terakhir adalah tipe yang dengan rela hati melakukan promosi, bahkan membela nama produk kita, meski kita tidak membayarnya. Jika sudah begini, rasanya tersanjung di hati.

2. Membuat comunity
Tak dapat dipungkiri, saat ini komunitas memiliki daya tawar tersendiri. Bahkan tak jarang produsen besar rela menggelontorkan uang tak sedikit untuk sekedar mendekati, syukur-syukur bisa berkolaborasi.

Tapi tak jarang juga ditemui, produsen yang secara aktif membuat komunitas yang kesemuaannya masih dalam rentang kendali. Tak perlu disebut satu persatu, pasti mudah ditemui.

Dengan adanya komunitas, para anggota akan saling berbagi tentang produk yang mereka miliki. Entah sekedar untuk unjuk gigi, atau memang ingin berbagi solusi. Namun, dari interaksi itu terbangun rasa percaya diri jika memakai hasil produksi. Interaksi itu memicu anggota melakukan promosi demi menambah besar komunitas, dan membela tanpa dibayar bila ada yang meremehkan atau menjelekkan.

Bahkan bagi beberapa perusahaan, pembelaan costumer lebih berharga ketimbang pembelaan pengacara. Karena rasanya tidak mungkin mengharap pengguna produk kompetitor membela membela produk selain produk yang dipakainya.

=======
Lalu apa hubungannya dengan khutbah siang tadi?
=======

SEGI AGAMA

Khutbah siang tadi sebenarnya tidak ada sedikitpun menyinggung tentang “segi ekonomi” sebagaimana saya paparkan sebelumnya. Namun, bagi saya ada sedikit kemiripan dengan pola dengan bahasan di bawah ini.

Secara garis besar, khutbah siang tadi menyampaikan “siapa yang menjaga Agama Allah, maka Allah akan menjaganya”

Pada kata “menjaga” yang kedua, dipaparkan tafsir berdasarkan salah satu kitab — yang mohon maaf saya lupa judulnya. Bahwa, Allah swt akan menjaga manusia dalam dua hal:
1. Menjaga di dunia, artinya setiap kebutuhannya sudah dijamin penjagaannya oleh Allah.
2. Menjaga di akhirat, artinya menjaga nasib yang bersangkutan saat nanti diakhir zaman.

Kali ini, yang mau saya tekankan dan hubungkan dengan bahasan segi ekonomi pada kata “menjaga” yang pertama. Kata “menjaga” memiliki kemiripan prasyarat dengan 2 cara menemukan customer yang mau mengadvokasi (membela).

Maka setidaknya, perlu 2 syarat agar tersedia orang yang mau menjaga Agama Allah swt. Apa sajakah syaratnya:

1. Kenal dengan agamanya
Hanya orang yang kenal dengan agamanya, yang akan menjaga (membela) agamanya. Khotib mencontohkan, Abu Bakar ra yang menginfaqkan seluruh hartanya untuk kepentingan agama ketimbang keluarganya. Hal itu dilakukan Abu Bakar karena ia mengenal agamanya.

Contoh kedua adalah, Ali ra yang rela menggantikan Rasulullah saw tidur di dipan pada saat/kondisi rumah tersebut dikepung. Ali ra yang mengenal agamanya lebih memilih sebagai “stunt man” ketimbang keselamatan nyawanya.

Kedua sahabat tersebut tidaklah orang yang tetiba membela agamanya, melainkan karena pemahaman yang mendalam atas janji penjagaan Allah swt terhadap mereka. Dan pemahaman itu, didapat dari sentuhan khusus Rasulullh saw.

Coba dinilai, kategori atau tipe manakah kedua sahabat yang diceritakan di atas dibanding dengan bahasan customer sebelumnya?

Cold > Warm > Hot > Loyality > Advocacy

Lalu bagaimana dengan kita?

Silakan dicek ke hati nurani masing-masing. Sejauh mana pengenalan kita kepada Allah swt, Rasulullah saw, dan Al Qur’an, tentunya akan berbanding lurus dengan seberapa besar pembelaan terhadapnya.

Jangan-jangan, tidak adanya pembelaan kepada agama karena tidak ada pengenalan kepada penciptanya, utusan-Nya, atau setidaknya pada panduannya. Jangankan mengenal, bisa saja (mungkin) entah sudah berapa lama tak membacanya.

2. Ada sebuah kalimat nasihat yang saya ingat, kalau mau tau tentang seseorang maka lihatlah siapa temannya.

Bahkan ada perumpamaan:
Jika kita bergaul dengan pandai besi maka bisa saja terkena percikan bara api, atau setidaknya terkena asap yang kurang enak aromanya

Namun, jika kita bergaul dengan penjual minyak wangi maka setidaknya kita akan mendapat keharuman semerbak mewangi.

Oleh karenanya, syarat kedua agar bisa ikut barisan penjaga agama, dan mendapat penjagaan Allah swt, mulailah pilah dan pilih teman sejatinya.

Sebagaimana bahasan tentang komunitas di atas, pergaulan sebagai seorang muslim juga akan memiliki warna yang berbeda antara muslim yang satu dengan lainnya. Pada komunitas yang sering ingatkan tentang agama, maka ia akan tercelup dengan nilai agama. Mulai dari terbukanya mata, hingga terpejam melepas raga. Sejak urusan masuk kamar mandi, hingga urusan dagang, waris, dan memimpin sekelompok manusia.

Semua diterima baik suka maupun duka, baik lapang maupun sempit, baik sehat maupun sakit, baik tua maupun muda, baik pria maupun wanita. Bukan mengikuti yang disuka lalu buang yang tak disuka.

Khutbah itu pun akhirnya ditutup dengan pertanyaan:

Siapa lagi yang mau menjaga agama ini, jika bukan umatnya sendiri?

Lampung Darurat Begal

Masih ingat berita begal di depok, bahkan yang heboh pembakaran oleh warga di tangsel?

Saya sendiri sudah lama tahu kosakata begal, sejak kuliah di Lampung. Dimana begal sudah jadi kejahatan puluhan tahun, kata teman saya. Berikut tulisan seorang kawan dari Lampung. Silakan dinikmati 😉

===

Beberapa hari ini halaman facebook saya dipenuhi oleh status dan komentar atas meninggalnya seorang sahabat karena dibegal yang lokasinya berada di Perkebunan Dusun Tegalsari Pekon Kutodalom Kecamatan Gisting, Tanggamus.  Dari beberapa status yang ada dikomentari secara beragam mulai dari mengecam tindakan para pembegal, merasa sedih karena kehilangan, mengusulkan agar senjata api dilegalkan untuk dipegang oleh masyarakat, menyarankan supaya diadakan lagi penembak misterius, sampai pada mendokan Almarhum semoga mendapatkan tempat terbaik di SisiNya. Status laman facebook yang membahas meninggalnya seorang sahabat tersebut berlangsung selama beberapa hari di media sosial, menjadi pembicaraan, buah bibir sampai-sampai muncul hastag #LampungDaruratBegal beberapa hari setelah kejadian tersebut.
Hastag #LampungDaruratBegal bukanlah tanpa alasan, pembegalan yang terjadi di Lampung bukanlah hal yang baru atau terjadi hanya sekali dua kali saja namun sudah lama dan hampir terjadi setiap saat, baik pada malam hari, pagi hari ataupun disiang bolong sekalipun, mulai dari perkampungan yang sepi sampai di tengah Kota yang ramai.  Para pembegal beroperasi mulai dari menggunakan senjata tajam hingga menggunakan senjata api, tidak tanggung-tanggung pelaku begal menggunakan cara-cara kekerasan untuk melumpuhkan korbannya.  Korban pembegalan mulai dari luka ringan, berat sampai bahkan tidak sedikit yang meninggal dunia, orang yang dibegalpun tak pandang bulu mulai dari laki-laki, perempuan, orang tua, anak sekolah, pegawai negeri, bahkan polisi pun tidak luput menjadi korban pembegalan.

Sampai kapan hal ini terus terjadi
Pembegalan yang terjadi di Lampung hari demi hari semakin meresahkan masyarakat, ada saja korban pembegalan yang terus berjatuhan, dimana saja dan kapan saja begal mengintai, rasa aman masyarakat Lampung terenggut, jangankan untuk beraktifitas bebas jauh diluar untuk keluar rumah saja takut, tindakan para pembegal yang tak segan-segan membunuh korbannya telah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat sehingga keamanan, kenyamanan dan keselamatan terasa sangat mahal di Lampung.

Rendahnya tingkat pendidikan, tingginya angka pengganguran dan kemiskinan merupakan faktor utama terjadinya pembegalan, selain itu penegakan hukum yang lemah oleh aparat penegak hukum juga menjadi salah satu faktor semakin suburnya kasus pembegalan di Lampung, padahal tindakan tegas dan efek jera oleh pihak berwenang harus diterapkan sehingga tidak ada lagi pembegal yang lolos begitu saja dan bebas dari jerat hukum, jangan sampai masyarakat justru bertindak main hakim sendiri sebagai akibat penilaian masyarakat yang melihat tampak adanya pembiaran atau mungkin seperti terkesan dilindungi sebagai akibat dari ketidak mampuan penegak hukum dalam memberantas begal-begal yang terus merajalela.

Peran Pemerintah
Pemerintah Daerah dan unsur penegak hukum bertanggung jawab penuh untuk menuntaskan masalah ini, jangan sampai permasalahan ini terus menerus terjadi menjadi masalah klasik di bumi Sai Bumi Ruwa Jurai.  Pembegalan sudah cukup lama terjadi di Lampung, sejak Gubernur Lampung Syahroedin ZP terpilih hingga pemerintahan Oedin selama sepuluh tahun selesai masalah pembegalan ini masih saja tetap terjadi mengintai siapa saja yang lengah.  Saat ini, telah berganti Pemerintahan baru belum ada tanda-tanda penyelesaian yang berarti untuk mengatasi permasalahan ini, selayaknya Gubernur yang baru harus mampu mengambil tindakan strategis untuk menuntaskan masalah ini, jangan sampai pemberitaan di luar sana Provinsi Lampung menjadi Provinsi yang terkenal karena pemberitaan negatif sebagai Provinsi penghasil begal dan sarang yang nyaman bagi para begal untuk tumbuh dan terus beroperasi.  

Tindakan para pembegal adalah peyakit kronis yang kini menimpa Lampung, penyakit ini harus segera disembuhkan sampai ke akar-akarnya, jangan sampai penyakit kronis ini terus menular menghasilkan kader-kader begal baru dan menambah titik-titik rawan begal baru akibat lemahnya peran Pemerintah dan lemahnya penegakkan hukum dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Lampung maupun Polres dalam memberantas pembegalan.  Melalui tulisan ini saya mencoba untuk mengingatkan kembali agar supaya Polda Lampung bersama Polres-polres dan jajarannya kembali memperkuat Tim Walet sebagai Tim Khusus Pemburu Begal di Provinsi Lampung karena pembegalan telah menjadi kejahatan luar biasa karena telah menghilangkan rasa aman, kenyamanan dan ketenangan dimasyarakat.

Selain penguatan Tim khusus Pemburu begal yang beroperasi secara khusus perlu juga dilibatkannya peran intelejen yang bekerja secara permanen, terus menerus, dan sistematis, karena untuk mencari motor-motor hasil pembegalan tentu tidaklah pekerjaan yang sulit karena sudah jelas-jelas motor hasil rampasan tersebut pasti dijual dan ada tempat penampungannya.  Tentu saja pembersihan aparat penegak hukum dari oknum-oknum yang melindungi bandit-bandit begal harus terlebih dahulu ditertibkan, bila tidak itu sama saja seperti memotong pohon yang tidak sampai pada akarnya karena tunas-tunas baru akan tetap tumbuh disebabkan akar-akarnya masih tetap menancap kuat kedalam.  
Kemudian untuk memutus mata rantainya, selain upaya pemberantasan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian untuk upaya pencegahan dan penanggulangan sejak awal peran Pemerintah Daerah secara maksimal harus digalakkan melalui program-program pemberantasan kemiskinan, peningkatan jumlah manusia terdidik, dan pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya karena faktor kemiskinan, kesenjangan sosial, pengangguran dan rendahnya tingkat pendidikan sangat berpengaruh besar terhadap tumbuhnya kriminalitas seperti tindakan pembegalan yang mayoritas dilakukan oleh anak-anak muda putus sekolah tanpa pekerjaan dan latar belakang keluarga berada dibawah garis kemiskinan.  Terakhir, Yang pasti dan patut dicamkan oleh aparat Pemerintah dan Penegak Hukum di Provinsi Lampung bahwa Kebutuhan akan rasa aman merupakan hak yang paling mendasar yang dijamin dan wajib diperoleh oleh setiap orang.

Waalahualam bisshawab.

Tulisan kawan, 10 Oktober 2014.

5 Prinsip Kelola Keuangan Bisnis dan Pribadi Versi Ahmad Ghazali

5 Prinsip Kelola Keuangan Bisnis dan Pribadi Versi Ahmad Ghazali

Agar bisnisnya laku, harus ada faktor tambah. 
Agar bisnisnya tambah besar, harus ada faktor kali. 
Agar bisnisnya berkah, harus ada faktor bagi.
(Ahmad Gozali)

===

Sering kita mendengar atau membaca bahwa cara mengikat ilmu adalah dengan menuliskan dan mengajarkannya. Nah, berikut adalah ketikan ulang dari tulisan salah seorang Expert: Financial Planner; Ahmad Gozali. Selamat menikmati:

===

Malam ini insya Allah kita akan bahas keuangan pribadi dalam bisnis. Fondasi keuangan pribadi dalam bisnis, dan dasar-dasar keuangan bisnis. Izinkan saya menjelaskan beberapa hal di awal, dan nantinya kita bisa bahas lebih dalam // dalam sesi tanya jawab.

Hal pertama yang ingin saya bahas adalah ENTITAS.
Setiap diri kita punya buku amal baik dan buruk, dan bertanggungjawab di hadapan Allah SWT di hari akhir. Dan kita juga ikut bertanggungjawab, dalam batasan tertentu, terhadap isi buku istri kita, anak kita, dan lainnya. Walaupun istri dan anak dalam tanggungan kita (dalam batasan tertentu) tapi mereka tetap memiliki bukunya sendiri.
Begitu juga dalam bisnis, kita dan bisnis kita seharusnya punya buku yang berbeda. Kita punya penghasilan, pegeluaran, aset dan hutang. Bisnis kita juga punya penghasilan, pengeluaran aset dan hutangnya sendiri. Bukunya harus beda, walau tetap berhubungan karena kita pemilik bisnis tersebut.
Jadi mulai sekarang, pisahkan antara diri kita pribadi dan bisnis kita. Secara keuangan, diri kita dan bisnis kita punya stakeholder yang berbeda. Inilah yang menjadi landasan untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis. Manfaatnya banyak: agar disiplin dalam bisnis, bisa evaluasi keuangan bisnis dengan jujur, penghematan pajak, kemudahan menghitung zakat, dan lain lain.
Hal kedua yang ingin saya sampaikan adalah KUASAI BAHASA BISNIS.
FAHAMI BAHASA BISNIS. “Kalau kita ingin menguasai sesuatu, maka kita harus memahaminya terlebih dahulu”. Kalau ita ingin menguasai bisnis, maka pahami bahasa bisnis. Gambar bisa bicara seribu kata, tapi angka bisa bicara seribu bahasa. Ketika berkomunikasi dengan bangsa lain, kita harus paham bahasanya. Tapi dengan angka, bahasa apapun punya angka yang sama. Angka positif itu bagus, angka negatif itu jelek 🙂
Buku Bisnis & Buku Pribadi
Buku Bisnis & Buku Pribadi

Perhatikan gambar di atas. Yang sebelah kiri adalah “buku bisnis” dan sebelah kanan adalah “buku pribadi” yang terpisah, tapi berhubungan.

Modal dalam bisnis kita adalah aset bagi pemiliknya.

Perhatikan ayat terpanjang dalam Al Qur’an yaitu AL Baqarah ayat 282, bicara tentang ketentuan pencatatan hutang piutang. Dibahas dengan detail. Perhatikan ayat ayat tentang akidah, pendek tapi dalam artinya. Tapi ayat-ayat tentang muamalah panjang-panjang dan detail.

Ayat yang paling detail itu membahas tentang huku waris, siapa mendapat apa dengan berapa bagian. Sangat detail.

Karena untuk urusan angka, paling mudah terjadi konflik, mungkin itulah kenapa Al Qur’an dengan panjang, lebar, dan detail membahasnya.

Maka jangan lupakaj pencatatan atau akuntansi, karena AKUNTANSI = BAHASA BISNIS.

Ketiga; ASSET dan CASHFLOW

Kalau sudah paham bahasa bisnis, minimal paham kotak-kotak tadi, kita akan paham pentingnya aset dan cashflow.
 
Untuk diri pribadi perhatikan ASET, bukan cashflow. Banyak orang sibuk menambah penghasilan, tapi belum tentu penghasilan bertambah akan bertambah juga asetnya. Contohnya adalah penghasilan naik, pengeluaran ikut naik. betul apa betul?

 LIHAT LAGI GAMBAR DI ATAS

Perhatiakn aset, karena jika aset yang bertambah. Maka penghasilan (cashflow) pun akan ikut bertambah.

Tapi hati-hati, ada aset PRODUKTIF, dan aset KONSUMTIF. Tentu saya maksud adalah aset produktif, yaitu aset yang menambah penghasilan atau bertambah nilainya di masa depan.

Semakin banyak kita miliki aset produktif, semakin bertambah penghasilan. Semakin banyak kita miliki aset konsumtif, semakin bertambah juga pengeluaran.

ASSET & CASHFLOW
ASSET & CASHFLOW

Sebaliknya, untuk bisnis, jangan fokus pada  ASET, tapi fokuslah pada CASHFLOW.

 Karena bisnis belum tentu perlu aset besar, tapi jelas bisnis perlu cashflow yang besar.

Hal ini nyambung dengan poin ke-4 yaitu: CYCLE and SPEED

Pahami CYCLE atau siklus dalam bisnis kita. Uang itu cuma muter muter aja, pastikan kita tahu “jalur uang” mengalir agar kita paham bagaimana cara mengendalikan perputarannya.

Siklus Bisnis
Siklus Bisnis

Nah, seperti inilah kira-kira siklus bisnis kita.

Yang bisnisnya manufaktur, tentu detail lagi dibagian produksi. Yang bisnisnya perdagangan detail di bagian distribusi dan penjualan.

Pastikan kita paham siklus ini …
Kemana saja uang mengalir …
Dimana letak macetnya, bagaimana mempercepat alirannya

Bagan ini juga bisa dijadikan sebagai alur berpikir kita secara umum dalam mengelola bisnis

Nah, kalau sudah paham siklusnya, maka langkah berikutnya adalah MEMPERCEPAT ARUSNYA

Dulu ada istilah “yang besar mengalahkan yang kecil”, dalam bisnis yang terjadi adalah “yang cepat mengalahkan yang lambat”

Percepat perputaran uang dalam bisnis kita. Secepat mungkin jadikan bahan baku menjadi bahan siap jual. Secepat mungkin jual. Kalau sudah dijual secepat mungkin  uangnya masuk ke rekening. Lalu secepat mungkin  beli lagi bahan baku, produksi lagi, distribusi lagi, jual lagi, taguh lagi, dan seterusnya …

Ingat, kuncinya ada pada KECEPATAN. Semakin cepat uangnya mengalir, otomatis akan makin besar pula bisnis kita.

Terakhir, yang ke-5: Faktor Tambah, Kali, Bagi

Agar bisnisnya laku, harus ada faktor tambah. Agar bisnisnya tambah besar, harus ada faktor kali. Agar bisnisnya berkah, harus ada faktor bagi.

faktor tambah maksudnya adalah kita harus memiliki hal lain yang tidak dimiliki oleh kompetitor. Ada nilai tambah yang kita berikan pada konsumen agar memilih kita, dan bukan kompetitor. Apa nilai tambahnya? bisa macam-macam: bisa produknya yang lebih bagus, iklannya yang lebih bagus, namanya yang lebih terkenal, kepercayaan, service yang lebih baik, jarak yang lebih dekat, apapun itu … pastikan kita punya nilai tambah dan tunjukkan nilai tambah itu pada konsumen.

Faktor kali maksudnya adalah perbesar bisnis kita dengan mengkali-lipatkan penjualan, bukan cuma menambahnya, tapi membuatnya berkali-kali lipat. Caranya? duplikasi penjualan dengan cabang, franchise, lisensi, dan lain lain

Dan agar bisnis berkah, pastikan kita juga punya faktor bagi. bagi kebahagiaan, bagi rezeki, bagi karunia Allah … dengan cara sedekah, buka lapangan kerja, dan lain lain.

===
Tanya jawab tidak diketik ulang, mohon maaf 🙂
Tambahan kutipan dari jawaban penulis
Ada salah satu hadits yang menjelaskan tentang sebuah kebun yang diberkahi dengan hujan yang turun khusus di atas kebunnya. Itu karena ia membagi hasil panennya 1/3 untuk konsumsi, 1/3 untuk sedekah, dan 1/3 dikembalikan ke dalam kebunnya