di Negeri “Dongeng” bagian kedua

Itu yang terbaik

Ada sebuahnya cerita tentang dua kerajaan yang jauh berseberangan, saat itu kedua rajanya sedang mengidap sebuah penyakit yang sama…(cerita ini mah sudah….)

Ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang perdana menteri yang bijak (maklum rajanya cuma simbol aja)…setiap ada permasalahan, kejadian dan hal lain yang sudah mentok untuk diubah ia selalu mengatakan “Itu yang terbaik”.

(mungkin sudah pernah ada yang dengar atau baca cerita ini..g ga usah diterusin deh )

Lanjut…

Suatu ketika sang raja dan bala tentaranya pergi kesebuah hutan untuk berburu…tak lupa sang perdana menteri pun ikut berburu (sekalian latihan memanah…kata perdana menteri dalam hati)

Rombongan pun dibagi dalam beberapa kelompok guna memudahkan untuk mengiring kawanan rusa yang diburu…sang raja dan sang perdana menteri berada dalam kelompok yang terpisah…

Setelah itu, mereka berbagi “daerah jajahan” yang masih bersebelahan satu sama lainnya. Sang perdana menteri untuk bagian kiri hutan dan sang raja untuk bagian kanan hutan…

satu jam berlalu bagi keduanya tanpa hasil…sampai tiba-tiba sang perdana menteri melihat semak yang bergoyang diujung jalan yang di laluinya…ia pun memerintahkan agar prajurit menghentikan segala gerakan dan mulai mengendap-endap agar binatang buruan tidak sadar sedang diincar..

Perdana menteri pun segera mengarahkan anak panah dan busurnya ke arah semak-semak tersebut..dan mengincar bagian tengah semak dengan harapan sang buruan akan lebih mudah dilukai…sssssssssst…anak panah pun melesat dengan cepatnya dan langsung mengenai sang buruan.

namun begitu kagetnya sang perdana menteri, ternyata bukan rusa yang keluar melompat dari semak…tapi rajanya yang baru saja menyelesaikan hajatnya . Raungan kesakitan pun menakuti para buruan yang akhirnya lari…

Seketika itu juga sang raja langsung mencari asal panah yang memutuskan jari telunjuk kanannya. tak dikira…perdana menteri lebih kaget lagi ketika seluruh pasukan yang ikut dengannya justru serempak menunjuk hidung perdana menteri sebagai pelaku atas insiden tersebut…

Dengan garang sang raja langsung memerintahkan para pasukan pengaman presiden (paspanpres) menjebloskan sang perdana menteri ke tahanan buruan dan wajib dijaga minimal 2 orang paspanpres. raja hendak memberi hukuman kepada sang perdana menteri, namun ia masih ingin memikirkannya setelah perburuan selesai karena mengingat selama ini perdana menteri selalu memberikan nasihat yang bijak padanya…

Akhirnya perdana menteri dimasukkan ke dalam kandang buruan dan dijaga 2 orang paspanpres. Sementara raja dan seluruh pasukan bersatu untuk kembali berburu (bersatu supaya tdk salah panah lagi)

Pada perburuan ini raja merasa senang sekali karena banyak mendapatkan buruan yang banyak…namun satu yang membuatnya khawatir…ia tidak begitu hafal dengan jalan pulang (lupa-lupa-inget…tetep aja banyakan lupanya )

di tengah perjalanan pulang ternyata mereka dikepung oleh suku asli hutan tersebut kemudian tertangkap…sang raja khawatir drinya masuk dalam jeratan suku kanibal sebagaimana nasihat perdana menterinya yang tidak dia turuti ketika meninggalkannya di kandang buruan..

ternyata benar dugaan sang raja…dia masuk ke dalam wilayah suku kanibal…satu persatu pasukannya mulai dimasak…ada yang di ……..(sensor: tidak boleh ada kata-kata kekerasan yang berlebihan di sini )..Pada hari ketiga tibalah giliran sang raja…sang raja merasa ketakutan karena tatapan ketua suku yang seolah melihat gadis cantik seolah hendak “melahapnya”..bagaimana tidak? tubuh raja yang gembul, putih bersih (karena tetap dirawat=dikasih makan, diizinkan mandi, oleh petugas khusus dari suku kanibal) dan “nyaris” tanpa cacat itu begitu menggoda ketua suku kanibal.

Akhirnya sang ketua suku pun memutuskan supaya sang raja dan ketua paspanpres sebagai hidangan sarapan pagi itu…dan memerintahkan para dayang-dayang menyiapkan mereka sebagai lauk istimewa hari itu.

Pada saat diadakan pemeriksaan total, para dayang menemukan bahwa salah satu jari raja telah putus, dan hal itu tidak terdeteksi sejak awal (maklum sang raja tidak ingin lukanya kena kotoran jadi dimasukkan ke dalam saku baju terus jika tidak digunakan )

hal ini dilaporkan kepada ketua suku…dengan perasaan berat ati sang ketua suku akhirnya melepaskan sang raja karena ada cacat pada dirinya..dan ketua suku akhirnya hanya memasak sang ketua paspanpres…

Melihat gelagat yang baik itu..sang raja langsung ambil langkah seribu…lariiiiiiiiiiiiiii.. .
tak peduli aral rintang, sang raja hanya ingin menemukan tenda utamanya dan segera pulang ke kerajaan.

Setelah seharian berputar-putar di hutan, akhirnya sang raja bertemu dengan 2 paspanpres dan sang perdana menteri yang masih di dalam kurungan..mereka pun akhirnya kembali keistana dengan selamat..Perdana menteri pun dibebaskan untuk dimintakan pendapatnya atas perlakuan suku kanibal terhadap diri dan pasukannya..

Sang perdana menteri pun akhirnya hanya berpendapat…mungkin kejadian yang paduka alami adalah yang terbaik…hah terbaik?!tanya paduka dengan kasar pada sang perdana menteri…

Perdana menteri pun menjawab dengan ringannya “ya, itu yang terbaik”..dilanjutkan oleh perdana menteri “seandainya pada waktu itu saya tidak salah memanah jari paduka, tentunya paduka sudah di makan oleh suku kanibal…dan seandainya pada waktu itu saya tidak menuruti perintah paduka untuk masuk ke dalam kandang buruan, maka mungkin saya juga sudah mati paduka”…

sang raja berpikir dalam…”bener juga yah”…cetus sang raja…”baiklah perdana mentri, kali ini kau tidak jadi kumasukkan ke dalam penjara, dan untukmu kutambah 2 dayang untuk menjadi istrimu…”

mendengar itu sang perdana menteri hanya berseloroh “itu yang terbaik” (di rumah 2 aja belom abis.. )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *