Hijaiyah amal amal Ramadhan

Oleh Ust. Syarifuddin

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Subhanalloh, ternyata huruf-huruf hijaiyah yang berjumlah dua puluh delapan sangat sarat pengetahuan dan nilai akan ramadhan. Berikut saya tuliskan mulai dari huruf alif sampai dengan huruf ya, tapi bertahap yah…

أ Ihtisabi (Mengharap pahala Alloh)
Maksudnya adalah berharap dan memohon ridho serta pahala dari Alloh SWT, dalam menjalankan aktivitas Ramadhan.

Rasulullah bersabda : “Barang siapa berpuasa karena iman dan berharap ganjaran dari Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaq Alaih).

ب Basyarah (Kabar Gembira)

Bersyukur karena kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan kabar gembira didalamnya. Bulan dimana begitu banyak ampunan didalamnya.

ت Tarawih (Sholat Tarawih)

Diantara keistimewaan bulan Ramadhan adalah disyariatkannya sholat tarawih. Ada yang mengerjakan sholat tarawih sebanyak 11 raka’at ada juga yang melaksanakan sebanyak 23 raka’at sebagaimana yang dilaksanakan oleh umar ibn khattab.

ث Tsubut syahr (Ketetapan bulan)

Bulan ramadhan ditetapkan masukdan keluarnya melalui ru’yat atau melihat hilal (bulan)
”Janganlah kalian berpuasa sehingga kalian melihat hilal dan jangan berbuka sehingga kalian melihat hilal, dan jika terjadi kesamar-samaran maka hitunglah baginya (hingga hari 30). Dalam riwayat lain : ”Lengkapilah hingga 30 hari”(Muttafaq ’alaih).

Syaikhul islam ibnu taimiyah menyebutkan ijma ulama bahwa tidak boleh bergantung pada hisab saja dalam menentukan hilal. (Majmu fatawa syaikh bin baz 4174).

ج Juud (Berderma)

Ramadhan sebagai titik tolak munculnya sifat peduli dan solidaritas yang lebih terhadap sesama.
”Rasulullah merupakan SAW merupakan manusia paling dermawan terhadap kebaikan, dan kedermawanannya meningkat saat masuk bulan ramadhan, ketika jibril mentalaqqi nabi, dan jibril selalu mentalaqqinya (menyimak)setiap malam bulan Ramadhan hingga selesai membaca Al qur’an, dan ketika dijumpainya, nabi paling dermawan dalam kebaikan dibanding angin yang bertiup” (Bukhari).

ح Hifzhul Jawarih (Menjaga Anggota Badan)

Ketika shaum, kita diwajibkan untuk menjaga anggota badan dari maksiat dan dosa.
”Barang siapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dosa dan dia melakukannya, maka Alloh tidak membutuhkan dia untuk meninggalkan makan dan minum” (Bukhari)

Hendaknya kita menjaga Akal, Hati, Mata, Telinga, Lisan dan anggota tubuh lainnya dari kemaksiatan.

خ Khuruj minal manzil (Keluar dari rumah)

Saat ramadhan, umat islam dianjurkan untuk keluar dari rumah untuk melaksanakan sholat tarawih dan mendengarkan kajian dimasjid.

Untuk muslimah, dianjurkan untuk tetap memakai hijab syar’i saat keluar rumah (Dalam berpakaian). Dan jangan sia-siakan ramadhan dengan keluar rumah dan berbelanja dan mendatangi tempat-tempat yang tiada manfaatnya.
د Du’a (Berdo’a)

Alloh Berfirman ”Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina”

Karna itu, jangan saat-saat berharga pada bulan yang dimuliakan ini dengan bersungguh-sungguh dan bersimpuh dihadapan Alloh, memohon kebaikan di dunia dan di akhirat, ada beberapa waktu mustajabah dimana do’a-do’a dikabulkan, seperti yang disampaikan oleh Rasulullah SAW ”Orang yang berpuasa hingga ia berbuka, orang yang sedang dalam perjalanan, orang tua terhadap anaknya, muslim kepada sesama muslim dari kejauhan, antara adzan dan iqomat, pada sepertiga malam terakhir, pada waktu bersujud, pada saat turun hujan, dan pada akhir waktu hari jum’at”

ذ Dzikir (Mengingat Alloh)

Perbanyaklah berdzikir, jangan pernah bosan lisan ini berdzikir, baik dalam melaksanakan pekerjaan kantor ataupun pekerjaan rumah. Aisyah ra ia berkata : ”Bahwa Nabi SAW selalu berdzikir kepada Alloh setiap saat” (Muslim)

”Dua kalimat yang ringan di lisan namun berat dalam timbangan dan dicintai oleh yang Maha Rahmaan ”Subhanalloh wa bihamdihi subhaanallohil adzim” (Bukhari)

”Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Alloh dan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati” (Bukhari).

ر Rukhshah al ifthor (Keringanan untuk berbuka)

Diantara kemudahan ajaran islam adalah Alloh SWT, memberi dispensasi atau rukhshah bagi musafir untuk berbuka pada siang hari di bulan Ramadhan, jika baginya berat untuk berpuasa.

Dari Hamzah bin amru al aslami berkata : ”Wahai Rasulullah SAW: Saya mendapati ayah saya kuat untuk berpuasa saat bermusafir, maka apakah itu dosa? Nabi bersabda, ”itu merupakan keringanan dari Alloh, maka bagi siapa yang mengambil maka baik baignya dan bagi siapa yang suka untuk berpuasa maka tidak ada dosa atasnya” (Muslim).

ز Zakat al Fithri (Zakat fitrah)

Alloh SWT mensyariatkan zakat fitrah sebelum menunaikan sholat ied.

”Zakat fitrah untuk membersihkan jiwa orang yang berpuasa dari laghwu (Senda gurau) dan rafats (perkataan kotor), sekaligus memberikan makan kepada orang-orang miskin. Bagi siapa yang menunaikannya sebelum sholat, maka ia merupakan zakat fitrah yang makbul dan barangsiapa yang menunaikannya setelah sholat ied, maka ia merupakan shadaqoh biasa”(Baihaqi dan ditashih oleh Al bani).

س Sahur (Makan sahur)

”Perbedaan antara puasa kami dan puasa ahlu kitab adalah makan sahur”(Muslim)

”Bersahurlah, karena dalam sahur itu ada berkah”(Muttafaq alaih).

ش Syukur (Bersyukur)

Tidak berlebih-lebihan adalah salah satu bentuk rasa syukur. Kebanyakan kita terkadang menyiapkan berbagai macam makanan untuk berbuka yang melebihi kebutuhan keluarga dirumah, sehingga terjadi tabdzir atau berlebihan.

”Makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan karena sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” (Al-a’raaf : 31)

Ingat, bersyukur akan menambah kenikmatan lainnya. ”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhan mu memaklumkan : ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti akan Ku tambah (nikmat) kepada mu, dan jika kamu mengingkari (nikmat Ku), Maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih” (Ibrahim:7)

ص Shiamush Shaghir (Biasakan si kecil shaum)

Berusahalah memotivasi anak-anak untuk berpuasa, dan berikan teladan kepada mereka untuk sholat. Sehingga ini menjadi langkah awal mereka untuk belajar, agar kelak saat baligh (dewasa) mereka tidak merasa berat lagi untuk menjalan kan puasa.

Bersambung……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *