Menanam Padi (oleh-oleh nonton film sang Murabbi IV )

Ternyata masih ada yang mau di bagi ke MP-ers (khususnya bagi yang lom sempet nonton, ato cuma sekedar lewat ajah nontonnya πŸ˜› )

Dalam salah satu stage-nya, ada hikmah yang dapat dipetik (buah kaleee πŸ˜€ )

Hidup ini seperti aktivitas kita hendak menanam padi… Dengan susah payah kita cari lahan yang subur. Setelah ketemu, kita buka lahan itu, kita bersihkan rerumputannya, kita cangkul kemudian disiangi tanahnya, kita olah sedemikian rupa sampai bisa ditanami benih padi.

 

Benih padi yang kita tanamkan pun adalah benih padi pilihan, dengan harapan akan menghasilkan yang terbaik. Seiring dengan jalannya waktu dan aneka perawatan yang dilakukan (pemupukan, pencegahan dan pembasmian hama, dll), tibalah saat padi itu di tuai.

 

Namun, tiba-tiba muncullah makhluk lain. Belut. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah kita akan mengurusi panen padi, atau belut?

8 Comments

  1. ini neh…wong pilihannya cuma 2 koq bikin jawaban lain? (kreatip bangetz πŸ˜› )

    jadi inget waktu diminta milih
    1. kaya tapi masuk neraka
    2. miskin tapi masuk surga

    rata2 jawabnya "kaya dan masuk surga" … weleh2…bener2 kreatip πŸ˜›

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *