Nikmat itu

Sering kali kita mendengarkan ketika awal sambutan, awal khutbah awal ceramah, awal tausiyah dan lainnya, pasti tidak pernah terlewat menyebutkan nikmat yang patutu kita syukuri. Baik nikmat Iman, nikmat Islam, dan nikmat sehat. Namun jarang sekali kita mendengar nikmat berjamaah. Apakah kita sebagai umat Islam belum berjamaah?sebagai sebuah referensi sepertinya layak sebuah buku berjudul “Menuju Jama’atul Muslimin” menjadi bacaan kita…

Pada buku ini dijelaskan mengenai kondisi umat sekarang dan langkah yang perlu dilakukan agar umat Islam menikmati nikmat berjamaah sebagaimana dicontohkan oleh Rasul. Saat ini yang ada adalah jamaah-jamaah yang mengklaim dirinya lah yang benar dan patut diikuti, padahal jamaah yang ada saat ini hanyalah jamaah dari umat muslim, bukan jamaah muslim. maksudnya jika dibuat perlambangan jamaah muslim adalah semesta sedangkan jamaah yang ada sekarang ini hanya himpuan yang saling bersinggungan.

Padahal dengan menjadi satu maka, semangat untuk menerapkan Islam dan menyampaikan akan lebih menggelorakan dunia Islam sebagaimana pernyataan salah seorang khalifah ketika salah satu utusannya ditangkap oleh negeri lain “Aku akan mengirim pasukan yang lebih mencintai kematian dan bertemu Tuhannya ketimbang lainnya, ujungnya ada di pintu gerbangmu dan buntutnya ada di pintu gerbang kami”…

Dengan demikian kita akan memahami bahwa begitu banyak kewajiban yang harus dipenuhi…Ingat! Kewajiban yang kita miliki itu lebih banyak ketimbang waktu yang tersedia. Pendukung dari nikmat ini adalah fisik dan jiwa yang sehat…plus rasa tidak terbebani atas kewajiban yang ada..

seperti halnya shalat..ada orang yang menjadikannya beban, ada yang melaksanakannya hanya untuk menggugurkan kewajiban, ada pula yang dapat menjadikannya kebutuhan yang jika tertinggal berjamaah sekali saja maka ia akan menyesal dan merasa jengkel, dan ada yang mampu menjadikannya sebagai ungkapan syukur kepada Allah. yang terakhir ini dicontohkan oleh Rasulullah…ketika ia ditanyakan oleh Aisyah… Ya Rasul mengapa kau beribadah sedemikian rupa hingga kakimu menjadi bengkak semua?…bukankah kau sudah dijamin oleh Allah bahwa dosa-dosamu akan diampuni oleh Allah SWT? .. dengan ringan Rasul menjawab…tak bolehkah aku menunjukkan rasa syukurku kepada Allah?…Subhanallah…

Begitu juga dengan berjamaah, semangat kearah sana berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya…ada yang senang berada di tepian meski rentan terlempar, ada pula yang dipertengahan, juga ada yang hidup mati berjuang ditengah menjadi poros bagi yang lainnya…

Ujian yang pasti diberikan kepada umatnya menuju kesana pun telah jauh-jauh hari diingatkan oleh Allah SWT…wanita, harta, tahta, anak, dll sebagaimana disampaikan di Al Imran ayat 14…Beautified for people is the love of that which they desire – of women and sons, heaped-up sums of gold and silver, fine branded horses, and cattle and tilled land. That is the enjoyment of worldly life, but Allah has with Him the best return. (tumben pake bhs inggris…ngarti ga? )

Al Qur’an telah ditabalkan oleh Allah tanpa ada keraguan dan dinisbatkan oleh Rasul sebagai pusaka yang akan membawa kepada Surga-NYa…namun anehnya…pada bulan ramadhan seperti sekarang banyak muslim ternyata lebih suka bermain PS untuk menunggu waktu ketimbang membaca Qur’an, terjemahnya, tafsir, atau menghafalnya….Padahal salah satu untuk dapat merasakan nikmatnya berjamaah adalah mencari Ilmu bagaimana berjamaah itu melalui Al Qur’an..jika kurang maka tinjau hadits jika tidak mampu maka hadirilah majelis ilmu yang mengajarkan ke arah itu…

Satu hal yang harus diperbaiki mulai saat ini adalah komitmen kita…komitmen untuk memperbaiki diri dan umat harus dipertahankan dan ditingkatkan…caranya berkumpul dengan orang-orang sholeh….

Kadang, kebaikan itu harus dipaksakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *