Pondok kerinduan

Selalu ada peluang bagi tiap manusia yang hendak memperbaiki kesalahannya, peluang itu mengemuka seiring hembusan nafas yang ditarik, seiring detak jantung yang memompa tiap tetes darah ke seluruh tubuh, dan seiring jiwa yang masih diizinkan Pencipta berkelana di tubuh yang fana.

Tapi, sekali lagi manusia lebih “suka” diartikan makhluk yang “cukup” dengan dirinya, tanpa mau tahu seperti apakah gambaran suasana di hari keputusan-Nya.

Padahal tidak satu tarikan nafas pun yang dihembuskan, melainkan ada ketentuan yang dijalankan Allah pada makhluk-Nya. Karena itu, tunduklah pada-Nya dalam setiap keadaan; disaat berdiri, duduk, atau pun berbaring. Maka kau akan bahagia

Ketahuilah, kebahagiaan juga diperoleh dari kesetiaan . Setia atas indahnya merasa berkecukupan, setia atas kecintaan untuk berbagi, dan setia atas mengedepankan ketulusan dalam berbuat baik.

Ketulusan adalah cermin dari Ikhlas dalam menyelesaikan tiap amal. Tiap amal yang dikerjakan penuh kebaikan mampu mendekatkan diri kepada Allah.

Karena itu, jauhilah Riya.

Riya hanya akan menenggelamkan kita ke dalam jurang neraka dan membakar tiap amal kita seperti api yang membakar kayu bakar, seperti debu yang ada di atas batu kemudian tersapu air hujan. Akhirnya, tak lebih daripada batu yang menjadi bahan bakar neraka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *